ADIL?
author : X.A.
Aku segera melompat keluar melalui
jendela setelah meletakkan bom di tuangan tersebut.aku segera menuju teman
temanku. Kata kata pujian kudengar dari teman temanku yang sudah menungguku ,
sungguh hal yang sangat menyenangkan melakukan hal ini. “game ini seru juga”
ucapku sambil menatap layar komputerku. Aku terus bermain game tersebut sampai
pagi hari.
Tentu
saja aku harus ke kampus dan menjalani kehidupan, walaupun aku sedikit muak
dengan kehidupan di luar sana. Kata orang, jika motormu bagus maka pasti banyak
cewek yang mau mendekatimu. ya, tentu saja itu hanya kata orang aku pergi ke
kampus dengan motor sport yang belakangan ini baru kubeli. Tapi tidak satupun
cewek melihat kearahku. Walau aku lebih senang menghabiskan waktu dikamar, aku
selalu menjaga kesehatan dan juga tubuhku. Dan tentu saja, penampilanku juga
selalu ku urus. Tapi ya, siapa bilang hal hal tersebut menentukan apakah ada
cewek yang tertarik atau tidak. Sama halnya seperti cewek yang bilang fisik
bukanlah segalanya, tapi mereka sendiri tetap akan menolak orang cacat dalam
sekali lihat
First impression memanglah hal yang sangat
berpengaruh. Contohnya, seekor anjing yang terlihat ganas, sebaik apapun
perbuatannya, tentulah kita masih beranggapan kalau ia adalah anjing yang
ganas. Atau seseorang yang tidak kita kenal, memiliki pembawaan seperti seorang
tentara atau polisi, pastilah penduduk sekitar beranggapan bahwa orang itu
adalah tentara atau polisi. Itulah hal yang gagal ku bentuk, di bulan awal awal
saat aku mulai memasuki kampusku, aku orangnya lumayan tertutup, kurang
berkumpul, dan tidak peduli dengan keadaan teman. Tentu saja, saat para cewek
melihat sekilas, mereka akan beranggapan aku orang tampan dan misterius, akan
tetapi, setelah sekian lama. Setelah mereka mengetahui sikap asliku, sudah
pasti mereka akan pergi. Pasalnya, aku ini orang yang tidak pernah mengikuti
suatu kegiatan di kampus, tidak pernah mau ikut bermain bersama. Bahkan game
online pun aku lebih memilih menjadi solo player daripada bersama teman. Ya,
aku telah gagal dalam membentuk first
impression, lalu apakah aku masih tetap bisa mencari teman? Pfft, ini
bukanlah cerita di novel novel dimana seseorang bisa memiliki teman setelah
sekian lama menjadi penyendiri. Karena nyatanya, tidak akan ada orang yang lari
dari kehidupannya jika ia dapat berteman dengan siapa saja. Kurasa akan ada orang
yang tidak setuju dengan pemikiranku tersebut, namun pada kenyataannya, kalian
hanya akan merasa kesal terhadap orang seperti kami.
“hai!
Selamat pagi oky!” suara itu tidak lain adalah suara teman kelasku abdul, yang
tiba tiba langsung merangkulku.
“namaku
okta, bukan oky” ucapku tenang
“biar
saja lah, kita kan teman dekat. Btw gue duluan ye” jawab abdul dengan senyum
lebarnya
Itulah
hal yang dipercaya olehnya, padahal aku sama sekali tidak merasa dekat
dengannya. Hal it uterus terfikirkan olehku sambil berjalan ke rooftop kampus. Kami
ini bagaikan siang dan malam, berbeda jauh. Abdul adalah orang yang berteman
dengan semuanya, orangnya ramah, dan peduli dengan temannya. Sedangkan aku
kebalikan dari itu, hal yg sering dilakukan bersama hanyalah melarikan diri
dari kampus, singkatnya kami sering bolos. Dan, bermain game. Walau sama sama
suka bermain game, akan tetapi ia jauh lebih memiliki hidup. Ia punya pacar,
teman banyak, dekat dengan semua orang, bahkan ia memiliki skill yang hebat
dalam bermain game. Hehe, dia bukanlah orang yg cocok berteman denganku.
Selamat Tinggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar