Senin, 25 Desember 2017

Cerpen "ADIL?"

ADIL?
author : X.A.
Aku segera melompat keluar melalui jendela setelah meletakkan bom di tuangan tersebut.aku segera menuju teman temanku. Kata kata pujian kudengar dari teman temanku yang sudah menungguku , sungguh hal yang sangat menyenangkan melakukan hal ini. “game ini seru juga” ucapku sambil menatap layar komputerku. Aku terus bermain game tersebut sampai pagi hari.
                Tentu saja aku harus ke kampus dan menjalani kehidupan, walaupun aku sedikit muak dengan kehidupan di luar sana. Kata orang, jika motormu bagus maka pasti banyak cewek yang mau mendekatimu. ya, tentu saja itu hanya kata orang aku pergi ke kampus dengan motor sport yang belakangan ini baru kubeli. Tapi tidak satupun cewek melihat kearahku. Walau aku lebih senang menghabiskan waktu dikamar, aku selalu menjaga kesehatan dan juga tubuhku. Dan tentu saja, penampilanku juga selalu ku urus. Tapi ya, siapa bilang hal hal tersebut menentukan apakah ada cewek yang tertarik atau tidak. Sama halnya seperti cewek yang bilang fisik bukanlah segalanya, tapi mereka sendiri tetap akan menolak orang cacat dalam sekali lihat
                First impression memanglah hal yang sangat berpengaruh. Contohnya, seekor anjing yang terlihat ganas, sebaik apapun perbuatannya, tentulah kita masih beranggapan kalau ia adalah anjing yang ganas. Atau seseorang yang tidak kita kenal, memiliki pembawaan seperti seorang tentara atau polisi, pastilah penduduk sekitar beranggapan bahwa orang itu adalah tentara atau polisi. Itulah hal yang gagal ku bentuk, di bulan awal awal saat aku mulai memasuki kampusku, aku orangnya lumayan tertutup, kurang berkumpul, dan tidak peduli dengan keadaan teman. Tentu saja, saat para cewek melihat sekilas, mereka akan beranggapan aku orang tampan dan misterius, akan tetapi, setelah sekian lama. Setelah mereka mengetahui sikap asliku, sudah pasti mereka akan pergi. Pasalnya, aku ini orang yang tidak pernah mengikuti suatu kegiatan di kampus, tidak pernah mau ikut bermain bersama. Bahkan game online pun aku lebih memilih menjadi solo player daripada bersama teman. Ya, aku telah gagal dalam membentuk first impression, lalu apakah aku masih tetap bisa mencari teman? Pfft, ini bukanlah cerita di novel novel dimana seseorang bisa memiliki teman setelah sekian lama menjadi penyendiri. Karena nyatanya, tidak akan ada orang yang lari dari kehidupannya jika ia dapat berteman dengan siapa saja. Kurasa akan ada orang yang tidak setuju dengan pemikiranku tersebut, namun pada kenyataannya, kalian hanya akan merasa kesal terhadap orang seperti kami.
                “hai! Selamat pagi oky!” suara itu tidak lain adalah suara teman kelasku abdul, yang tiba tiba langsung merangkulku.
                “namaku okta, bukan oky” ucapku tenang
                “biar saja lah, kita kan teman dekat. Btw gue duluan ye” jawab abdul dengan senyum lebarnya
                Itulah hal yang dipercaya olehnya, padahal aku sama sekali tidak merasa dekat dengannya. Hal it uterus terfikirkan olehku sambil berjalan ke rooftop kampus. Kami ini bagaikan siang dan malam, berbeda jauh. Abdul adalah orang yang berteman dengan semuanya, orangnya ramah, dan peduli dengan temannya. Sedangkan aku kebalikan dari itu, hal yg sering dilakukan bersama hanyalah melarikan diri dari kampus, singkatnya kami sering bolos. Dan, bermain game. Walau sama sama suka bermain game, akan tetapi ia jauh lebih memiliki hidup. Ia punya pacar, teman banyak, dekat dengan semua orang, bahkan ia memiliki skill yang hebat dalam bermain game. Hehe, dia bukanlah orang yg cocok berteman denganku.

Selamat Tinggal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar